Kategori Bahan Kimia Berbahaya yang Perlu Diwaspadai

bahan kimia berbahaya

Dengan meningkatnya penelitian dibidang biokimia tentunya akan meningkatkan intensitas kegiatan di dalam laboratorium yang banyak berhubungan dengan bahan-bahan kimia yang mungkin berbahaya bagi kesehatan para peneliti.

Bahan Kimia Berbahaya

Kemungkinan yang terjadi adalah berupa kecelakaan, dalam hal ini ada 2 jenis kecelakaan yang mungkin terjadi di laboratorium, yaitu kecelakaan akut dan kronis.

Kecelakaan akut adalah kecelakaan yang ditimbulkan oleh bahan kimia tersebut bisa meledak ataupun terbakar sehingga mengakibatkan luka pada tubuh.

Sedangkan Kronis berkaitan dengan efek yang ditimbulkan dari bahan kimia yang bisa dirasakan langsung atau beberapa bulan kemudian atau tahun kemudian atau dirasakan ketika pensiun. Contoh Leukimia disebabkan oleh racun uap Pb dan kanker paru-paru disebabkan debu asbes. Penyakit yang ditimbulkan tersebut sulit untuk disembuhkan.

Oleh karena itu diperlukan pengetahuan akan sifat dari bahan kimia yang dipergunakan, apakah berbahaya atau tidak? sehingga berbekal pengetahuan tersebut kita selalu dapat bertindak hati-hati dalam penggunaan bahan kimia berbahaya ataupun kecelakaan yang mungkin terjadi dapat kita hindari.


kategori bahan kimia berbahaya adalah sebagai berikut
 Explosif yaitu bahan yang mudah terbakar, seperti : kalium klorat, Trinitrotaluen(TNT), natrium nitrat, gas bertekanan tinggi, campuran belerang, karbon dan kalium klorat

Flamable, yaitu bahan yang mudah terbakar seperti: metanol, eter, aseton, heksana, benzena, uap ini dapat bergerak menuju api sejauh 3 meter

Oxidazing Agent (bahan oksidator) contohnya : natrium nitrit/nitrat, kalium klorat, kaporit, asam sendawa, alkena, alkilbenzena dan sebagainya . Sekalipun tidak adaO2 dari luar dapat menyebabkan kebakaran

Bahan yang mudah terbakar oleh air, seperti logam N a, K dan asam sulfat pekat

Bahan mudah terbakar oleh asam, seperti logam paduan N a dan K, senyawa hidrida dan sebagainya

Gas bertekanan tinggi, seperti gas-gas dalam tabung silinder dengan tekanan tinggi.

Bahan-bahan beracun seperti : C02, CI2, benzena, Kloroform, sianida dan sebagainya 8 . Bahan korosif contohnya : anhidrida asam, alkali, asam sulfat, fenol dan sebagainya .

Bahan tersebut mudah dikenali karena biasanya pabrik-pabrik bahan kimia telah melengkapi kemasannya dengan label-label peringatan bahaya.

Akibat dari bahan kimia tersebut antara lain:

a. Keracunan, yaitu akibat masuknya bahan kimia ke dalam tubuh melalui paru-paru, mulut dan kulit . Keracunan dapat mengakibatkan hilang kesadaran atau gangguan kesehatan yang akan terasa setelah beberapa tahun bekerja, atau menjelang pensiun .
b. Iritasi, yaitu akibat kontak langsung dengan bahan kimia korosif yang mengakibatkan peradangan pada kulit,iritasi mata dan saluran pernapasan .
c. Luka bakar yang diakibatkan dari meledaknya bahan-bahan reaktif.

itulah beberapa dampak dari bahan kimia berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan kita.

WhatsApp chat